Showing posts with label Religios Couns. Show all posts
Showing posts with label Religios Couns. Show all posts

Friday, August 12, 2011

Manfaat Puasa Untuk Penyembuhan Penyakit Kulit

Assalamua’laikum. Wr.wb.

Ternyata Guntalers, Sungguh banyak manfaat dari puasa itu, Sudah terbukti dalam beberapa kajian ilmiah. Ini satu lagi manfaat yang bisa kita dapatkan dari berpuasa ini, disarikan dari beberapa sumber. Dibaca ya J Semoga bermenfaat.

Sesungguhnya puasa berguna dalam pengobatan penyakit kulit, dan sebabnya adalah bahwa puasa menjadikan persentase air dalam darah berkurang, yang selanjutnya mengurangi jumlah kadar air dalam kulit. Yang hal itu menyebabkan:

- Meningkatnya kekebalan kulit dan ketahanan terhadap mikroba dan penyakit menular yang diakibatkan oleh virus.
- Mengurangi tingkat keparahan penyakit kulit yang menyebar di sebagian besar daerah tubuh seperti penyakit psoriasis (psoriasis:adalah sejenis penyakit kulit yang penderitanya mengalami proses pergantian (kulit) yang terlalu cepat. Kemunculan penyakit ini kadang-kadang dalam jangka waktu lama atau kambuhan dalam waktu yang tidak menentu).
- Mengurangi penyakit alergi dan membatasi permaslahan-permasalahan kulit yang berkaitan dengan lemak.
- Dengan puasa berkurang sekresi usus racun yang menyebabkan racun dan mengurangi fermentasi, yang menyebabkan abses dan bisul yang berkelanjutan.

Ibu Ilham Hussein, seorang ibu rumah tangga warga Mesir berkata:” "Ketika saya berumur sepuluh tahun saya tertimpa kondisi psoriasis parah, penyakit yang muncul dalam bentuk bercak merah yang ditutupi dengan lapisan kulit tebal. Saya tidak memiliki harapan untuk sembuh sepanjang hari-hari itu, setelah jumlah dermatologists terkenal di Mesir mengatakan kepada orang tuaku:’Anda harus terbiasa dengan hal ini (penyakit ini), kalian dan anak perempuan kalian harus hidup berdampingan (beradaptasi) dengan penyakit psoriasis, mereka tamu yang berat dan tahan lama’"
 
"Pada dekade kedua kehidupan saya, dan ketika mendekati usia perkawinan, aku menderita depresi dan isolasi dari masyarakat, dan aku merasa sempit di dada yang tak tertahankan. Dan akhirnya, salah seorang teman bapakku yang konsisten dalam agama menyarankan agar aku berpuasa. Dia berkata kepadaku:” Putriku cobalah berpuasa hari dan berbuka satu hari. Sungguh puasa telah mengobati penyakit-penyakit istri saya, yang mana dokter tidak tahu cara penyembuhannya. Tapi ketahuilah (ingatlah), bahwa yang menyembuhkan adalah Allah dan bahwa sebab-sebab kesembuhan semuanya di tangan-Nya, maka pertama-tama mohonlah kesembuhan dari penyakitmu kepada Allah, kemudian berpuasalah setelah itu."
 
Maka aku pun benar-benar mulai berpuasa, setelah sebelumnya aku telah mencari-cari harapan yang mengeluarkanku dari neraka (penyakit) yang mengelilingiku. Dan aku terbiasa untuk berbuka puasa dengan sayur-sayuran dan buah-buahan, kemudian setelah tiga jam aku makan menu pokok saya, dan begitulah seterusnya (sehari aku berpuasa dan sehari tidak). Dan sesuatu yang mengejutkan dan menakjubkan untuk semua adalah bahwa penyakit yang aku derita mulai menurun setelah dua bulan dari mulai aku berpuasa. Aku tidak mepercayai diriku sendiri, aku merasa diriku telah normal dan aku melihat bekas dari penyakit ini hari demi hari memudar, sampai pada akhirnya seolah-olah kulitku tidak pernah terjangkiti penyakit ini selama hidupku."

Thursday, August 4, 2011

Fast in Science Part

The Science Part of Fast in Ramadhan 
What matters to Your Body During A Fast ?

During a fast, your body generates its own energy by burning stored resources made from excess fats, carbohydrates and sugars to produce energy. The liver is the most significant organ in this economical process; it converts the fats into chemicals called ketone bodies which are three water-soluble compounds that are then used as a source for energy. 

Detoxification is one of the most important benefits of fasting. A regular body process, detoxification occurs as the colon, liver, kidney, lungs, lymph glands and skin eliminate or neutralise toxins. This process speeds up during fasting as the body breaks down fats. Chemicals and toxins absorbed from food and the environment are stored in fat reserves and released during fasting. 
Fasting is also a healing for the mind, body and soul in more ways than one. At a physical level, energy and resources are diverted from the digestive system (which is constantly in overuse as we graze on food) to the immune system and metabolic processes allowing the body to heal, rebuild and replenish itself. Medical studies show that during a fast, abnormal tissue growths such as tumours become starved for nutrients and are hence more susceptible to being broken down and removed from the body. Fasting allows the body to tap its resources to their fullest potential and focus on rebuilding from a microscopic level as DNA and RNA genetic controls become more efficient in transcribing the proteins and tissues the body needs. This revamped protein synthesis results in healthier cells, tissues and organs.  

Other changes in the body during a fast include a slight decrease in core body temperature due to a decline in metabolic rate and general bodily functions. Blood sugar levels also drop as the body uses the reservoir of glycogen in the liver and the base metabolic rate (BMR) is reduced in order to conserve energy. The digestive system, which is very often overloaded, and ceaselessly put to work, also cleanses itself for more efficient digestion and nutrient absorption. The lining of the stomach and intestines are allowed to restore glands and muscle, and remove waste matter. Other processes that sustain the foundational infrastructure of the body are increased during fasting, for example hormone production is increased as well as the release of anti-aging growth hormones.

Wednesday, August 3, 2011

Menunggu Berbuka

Bismillahirrahmanirrahim. 
Salam Sukses Untuk SMAN 1 Gunung Talang :)
Menunggu waktu berbuka puasa adalah menunggu yang paling nikmat untuk kita lakukan. Ada ini ada itu dan sebagainya yang mungkin bisa kita lakukan dan bayangkan hehehe. Ketika berbuka, seluruh hidangan langsung disantap hingga perut terasa kenyang. Kemudian setelah kenyang, terasa malas untuk melakukan shalat maghrib. Apalagi melakukan kegiatan ibadah yang lainnya seperti shalat tarawih.
Hal yang demikian merupakan cara berbuka yang tidak baik. Rasulullah mengajarkan berbuka puasa dengan sederhana dan penuh dengan adab. Bagaimana tata cara berbuka puasa yang baik dan benar sesuai dengan sunnah.
Intinya berbuka puasa itu tidak sederhana dan tidak berlebihan. Cara berbuka ini dimulai dari mendengar azan hingga shalat. Berikut tata cara berbuka selengkapnya:
1. Persiapan berbuka
Tentunya ketika hendak berbuka menyiapkan beberapa hidangan untuk buka. Tidak usah terlalu banyak, yang penting bisa membatalkan puasa dan mengisi perut yang kosong. Sunah Rasulullah adalah berbuka dengan yang manis. Maksud manis di sini adalah kurma (bukan Teh Botol ). Jika tidak ada kurma, tentu bisa diganti dengan makanan manis lainnya. Salah satu sunnahnya adalah dengan satu gelas air putih dan tiga buah kurma.
2. Mendengarkan adzan hingga selesai
Ketika adzan dikumandangkan, hendaknya kita mendengarkan adzannya dulu hingga selesai. Namun hal ini terkadang sulit untuk dilakukan. Mengingat adzan yang dilakukan oleh masyarakat kita adalah adzan yang cukup lama (keburu laper lagi dong ). Oleh karena itu, bagi para muadzin khusus pada bulan puasa sebaiknya melakukan adzan itu mirip dengan iqomah tetapi tidak terlalu cepat. Sambil mendengarkan adzan, tentunya kita juga menjawab adzan tersebut. Setelah mendengarkan adzan, kita baca do’a setelah adzan.
3. Batalkan puasa dengan minum air dan makanan
Setelah membaca do’a setelah adzan, kita baca terlebih dahulu do’a hendak makan “Allahumma baariklana fiimaa rozaktana waqina azaabannaar” lalu minumlah segelas air putih. Setelah minum, barulah membaca do’a berbuka puasa “Allahumma laka sumtu wa bika amantu wa ‘alaa rizqika afthartu birohmatika yaa arhamarroohimiin”.
Setelah membatalkan puasa dan membaca do’anya, berdo’alah kembali dengan do’a apa yang diinginkan. Karena do’a ketika berbuka puasa itu di-ijabah (diterima). Walaupun saya (penulis,red) masih belum menemukan haditsnya, namun saya yakin dengan pernyataan tersebut.
Selesai berdo’a, barulah dilanjutkan berbuka puasanya. Makan dengan makanan yang seadanya. Jika ada rizki banyak, jangan makan hingga kekenyangan tetapi makanlah secukupnya. Sisakan makanan untuk dimakan nanti. Disarankan jangan makan nasi terlebih dahulu karena akan membuat anda kenyang .
4. Shalat, berdo’a, kemudian makan lagi bila perlu
Setelah berbuka, langsung kita ambil air wudhu kemudian shalat maghrib. Dilanjutkan dengan membaca wirid dan berdo’a.
Setelah selesai shalat dan berdo’a, barulah kita lanjutkan dengan makan jika masih merasa lapar. Tetapi tentunya jangan sampai kekenyangan pula, karena kita harus persiapkan kondisi yang nyaman untuk melakukan shalat tarawih.
Selamat mencoba…


 
Design by Original Themes | Bloggerized by Rasaki Dua - Ethnic Promotion | Minangkabau Education Project